3 Sekolah Sukses Kembangkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

TIm Penilai dan Instansi TerkaitKabarBondowoso.Com - SMK Negeri 1 Bondowoso dan dua sekolah lainnya di Kabupaten Bondowoso dinyatakan masuk dalam nominasi Adiwiyata Provinsi oleh tim penilai Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bondowoso. Bahkan, Program sekolah berwawasan lingkungan hidup atau adiwiyata di 3 sekolah tersebut, saat ini memasuki fase penilaian.

Tim Penilai Adiwiyata mengunjungi SMK Negeri 1 Bondowoso, SMA Negeri 1 Prajekan, dan SMP Negeri 7 Bondowoso pada Senin (1/04) dengan beranggotakan 3 orang yang merupakan perwakilan dari Provinsi Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Sub. Bidang peningkatan peran serta masyarakat Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur – Fauzi Bachtiar Ahmad, Kepala Sekolah SMPN 5 Kepanjen Malang – Sutikno dan seorang lagi dari LSM Pembina lingkungan.

Saat melakukan penilaian di lapangan, mereka didampingi Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kab. Bondowoso, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Kepala Dishutbun serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso.

Penilaian berdasarkan empat aspek terpenting dalam program Adiwiyata ini, diantaranya aspek kebijakan berwawasan lingkungan, aspek kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan-kegiatan partisipatif berwawasan lingkungan (pengomposan, pembibitan, daur ulang limbah anorganik, biopori, perawatan tanaman, dll), serta aspek terakhir ialah sarana prasarana pendukung ramah lingkungan.

Tim penilai tersebut terbagi menjadi 3 kelompok, sebagian mewawancarai tentang kurikulum dan RATS, kelompok kedua mewawancarai guru-guru dan siswa, serta kelompok terakhir berkeliling sekolah melihat kondisi secara langsung. Hasil penilaian dari tim tersebut apakah 3 Sekolah itu maju ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat nasional tinggal menunggu hasil keputusan tim penilai.

Kreatifitas Daur Ulang Siswa SMK 1Dalam pidatonya, Fauzi mengatakan, program adiwiyata bukanlah ajang lomba, melainkan lebih bertujuan untuk menciptakan warga sekolah yang berkarakter untuk peduli lingkungan.

“Penilaian Adiwiyata ini jangan dianggap suatu perlombaan. Yang jelas, dalam mewujudkan sekolah adiwiyata,bukan hanya sekedar sekolah terbersih, terindah , nyaman dan asri saja, namun lebih kepada bagaimana pihak Sekolah sebagai pengambil kebijakan, mampu membudidayakan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Kepala BLH Bondowoso melalui sekretarisnya Joko Wahyudi mengatakan kesiapannya dalam mendukung sekolah adiwiyata, seperti membantu sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana lingkungan. (lp/gho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *