Kopertis Intruksikan Rektor Unibo Tarik Ijazah D3 Keperawatan

Misbahul Choir Universitas BondowosoKabarBondowoso.Com - Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jatim memberikan tanggapan terkait polemik seputar keabsahan ijazah Prodi D3 Keperawatan Universitas Bondowoso. Hal itu ditegaskan dalam surat resminya ke Rektor Unibo, Drs. Eddy Basuki bahwa Kopertis menyatakan ijazah yang dikeluarkan D3 Keperawatan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, Kopertis kemudian mengintruksikan kepada Rektor Unibo untuk kembali menarik ijazah tersebut. Kemarin, Sekretaris Rektor Unibo, Misbahul Choir kemarin menunjukkan surat yang dari Kopertis tersebut. Dalam suratnya, Kopertis menjelaskan bahwa telah melakukan investigasi pada akhir Maret lalu. Hal itu menyusul adanya pengaduan masyarakat tentang legalitas ijazah D3 Keperawatan.

Pihak Kopertis menegaskan bahwa penerbitan ijazah oleh perguruan tinggi wajib mengacu pada aturan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi. Berdasarkan keputusan Dirjen Dikti Nomor 08/2002 dijelaskan bahwa hal-hal yang harus dimuat dalam ijazah sekurang-kurangnya meliputi 12 item. Sementara ijazah yang dikeluarkan Unibo Prodi D3 Keperawatan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan butir 1 dan 2.

“Saudara (rektor, red) harus menarik semua ijazah yang sudah diterbitkan dan diterima oleh alumni serta mengganti dengan ijazah sesuai dengan keputusan Dirjen Dikti No 08/2002 sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan,” begitu bunyi surat yang ditandatangani oleh Koordinator Kopertis Prof Dr Sugijanto tersebut.

Menanggapi turunnya surat dari Kopertis tersebut, Rektor Unibo Eddy Basuki mengungkapkan, terbitnya ijazah D3 Keperawatan di luar koordinasi dan tanggung jawabnya. Karena sejak awal pihaknya memang tidak berkenan untuk mengeluarkan ijazah D3 Keperawatan tersebut.

Ketidaksediaan rektorat, kata dia, karena pihaknya menginginkan agar ijazah yang dikeluarkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Yaitu ijazah yang ditandatangani oleh Rektor dan Dekan.

Hal itu sesuai dengan lampiran I-a Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No 11/2002 Tentang Pejabat Yang Berwenang Mengeluarkan Dan Menandatangani Ijazah Asli. Selain itu, terkait siapa yang berhak menandatangani ijazah juga diatur dalam UU no 12/2012 Tentang Pendidikan Tinggi.

Untuk mengeluarkan ijazah yang sesuai dengan peraturan itulah, kata Eddy, pihaknya melakukan beberapa langkah. Salah satunya dengan mengajukan ijin pendirian Fakultas Ilmu Kesehatan yang nantinya akan menaungi Prodi D3 Keperatan. Fakultas ini dipimpin oleh seorang dekan yang memiliki kewenangan untuk menandatangani ijazah.

“Pengajuan ijin fakultas ini sudah disetujui per 8 April lalu,” ujar Eddy. Untuk itulah, pihaknya menyayangkan Kepala Prodi D3 Keperawatan yang terburu-buru mengelurkan ijazah meski tidak sesuai dengan aturan. Dia mengungkapkan, manajemen D3 Keperawatan selama ini tidak pernah meminta persetujuan pihak universitas dalam mengambil langkah kebijakan.

“Contoh dalam pembangunan gedung pada 2012, tidak ada koordinasi dengan pihak universitas meskipun sebenarnya harus persetujuan Universitas,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ijazah Unibo Prodi D3 Keperawatan diragukan keabsahannya. Karena yang menandatangani ijazah tersebut adalah Dr Donald Pardede kepala Pusat Pendidikan Pelatihan tenaga Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Yuana Dwi Agustin ketua Prodi D3 Keperawatan.

Sebelumnya, Ketua Prodi D3 Keperawatan Unibo Yuana Dwi Agustin menjelaskan bahwa ijazah yang dikeluarkan sifatnya sementara. Pengeluaran ijazah tersebut sudah disetujui oleh perwakilan dari kementerian kesehatan. Pihaknya terpaksa mengeluarkan ijazah sementara karena pihak rektorat tidak mau mengeluarkan ijazah. “Sehingga saya sebagai ketua Prodi D3 Keperawatan mengeluarkan ijazah sementara hanya untuk kepentingan mahasiswa yang mau bekerja,” ungkapnya.

Kasus ini kini tengah masuk dalam ranah hukum karena mahasiswa sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Apalagi, sejumlah alumni mengaku tidak bisa menggunakan ijazah karena ditolah oleh instansi atau lembaga saat malamar pekerjaan. (sip/gho)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *