Mahasiswa Unibo Desak Polres Serius Sikapi Kasus Unibo

kabarbondowoso.com – Puluhan mahasiswa dari Universitas Bondowoso yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Hukum (FMPH) mendatangi Polres Bondowoso, Senin (04/06) sore hari. Mereka mendesak agar pihak kepolisian lebih serius mengusut kasus premanisme dan pengeroyokan serta pengerusakan yang terjadi beberapa waktu lalu di Unibo.

Adanya aksi premanisme di kampus mereka, menurut mahasiswa, menjadi ancaman dan keresahan bagi para mahasiswa saat melakukan kegiatan perkuliahan. Apalagi, kejadian sebelumnya menyebabkan Rektor Eddy Basuki harus mendapat perawatan medis di rumah sakit dr. koesnadi Bondowoso.

“Kami butuh keamanan saat kami kuliah, kami butuh suasana nyaman tanpa adanya ancaman preman saat kami di kampus,” ujar salah seorang mahasiswa saat di Mapolres Bondowoso.

Puluhan mahasiswa tersebut diterima oleh AKP Bambang Setiawan selaku Kasat Reskrim yang didelegasikan oleh Kapolres, AKBP Bonny Djianto. Para mahasiswa beraudiensi dengan pihak kepolisian di ruang aula.

Sejumlah mahasiswa silih berganti menyampaikan aspirasinya. Beberapa desakan untuk pihak kepolisian juga turut disampaikan ketika itu. Termasuk, penjelasan terkait beberapa kasus di Unibo juga diminta para mahasiswa untuk dipaparkan perkembangannya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga menuntut komitmen dari pihak kepolisian berupa tanda tangan Kasat Reskrim di banner yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa. Komitmen yang dimaksud mahasiswa adalah durasi penanganan kasus yang terjadi di Unibo.

“Kami ingin membuat komitment antara mahasiswa dan kepolisian Bondowoso. Jelas-jelas tadi bahwa persoalan pidana yang terjadi di Universitas Bondowoso, awalnya disepakati tiga puluh hari akan tuntas, ketika kita minta secara tertulis, Kasat Reskrimnya sendiri tidak mau tanda tangan. Ini jelas bagi kami kecewa, karena Kepolisian sudah nggak serius ini,” kata Wijaya, salah seorang perwakilan FMPH.

Akibat kekecewaan itu, mahasiswa memberikan hadiah berupa ‘kapsul obat kuat’ secara simbolis pada kepolisian melalui Kasat Reskrim. Hadiah itu, menurut mahasiswa, merupakan simbol atau bentuk dukungan pada pihak kepolisian, agar supaya tidak lemah dan bisa serius menyikapi kasus di Unibo.

Sambil menerima hadiah, AKP Bambang menyatakan jika pihaknya benar – benar serius dalam menangani kasus yang dimaksud. Bahkan, AKP Bambang menyampaikan bahwa terkait kasus itu, pihaknya sudah menggelar perkara sesuai prosedur yang ada.

“Terkait dengan kasus di Unibo, kami sepakat sesuai peraturan yang ada, KUHAP, dan perkap 12 tahun 2009, tentang pengawasan penyidikan. Itu prosedur yang kami laksanakan dan semua sudah sesuai aturan. Sesuai aturan penyidikan, kami tidak berhak untuk memberikan tanda tangan atau MOU, sebab yang kami berikan pemberitahuan SP2HP kepada pelapor,” jelas AKP Bambang Setiawan.   [bst]

 

  1. Dasar mahasiswa sudah tidak tahu aturan bisanya hanya demo saja

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *