Sengketa PKNU, Proses PAW Dipastikan Tidak Lancar

Sengketa PKNU BondowosoKabarBondowoso.Com - Adanya sengketa di tubuh PKNU dipastikan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota dewan berjalan alot. Pasalnya, saat ini kepengurusan lama DPC PKNU Bondowoso masih melakukan gugatan terkait terbitnya SK pengurus DPC PKNU yang baru. Sehingga proses PAW baru bisa dilakukan setelah sengketa sudah selesai.

Hal ini ditegaskan Zubaidi Habibullah Asy’ari, politisi yang di kepengurusan lama menjabat Wakil Sekretaris DPC PKNU. Menurutnya, saat ini kepengurusan DPC PKNU masih dalam sengketa. MengingatSK kepengursan baru tersebut digugat di Mahkamah Parpol dan Pengadilan Negeri Bondowoso.

Materi gugatannya, kata dia, adalah turunnya SK pengurus baru yang tidak prosedural serta adanya beberapa pengurus lama yang dipecat juga dengan cara tidak prosedural. “Untuk gugatan yang di Pengadilan Negeri Bondowoso sudah dilakukan sidang pertama beberapa waktu lalu,” ungkap pria yang di kepengurusan baru menjabat sebagai wakil ketua ini.

Zubaidi mengungkapkan, terkait dengan adanya anggota fraksi PKNU yang kini nyaleg di partai lain, pihaknya adalah salah satu yang juga berkepentingan dan menginginkan adanya PAW. Namun karena masih sengketa terhadap dua versi kepengurusan tersebut, pihaknya mencoba mencari solusi.

“Kami (pengurus lama, red) berinisiatif untuk berkonsultasi ke Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri hari kamis lalu (23/5),” ujarnya.

Dari hasil konsultasi itulah, kata dia, pihak perwakilan Dirjen Otoda mengungkapkan bahwa anggota dewan yang pindah parpol memang harus di PAW. Namun begitu, jika kepengurusan masih dalam sengketa di pengadilan maka PAW tidak bisa dilakukan. “Jadi harus diselesaikan dulu sengketanya,” ujar Zubaidi.

Bahkan menurutnya, perwakilan Dirjen Otoda yang dia temui juga mengungkapkan walau pun sudah turun SK gubernur untuk PAW, tapi pelaksanaan PAW harus ditunda sampai sengketa selesai. “Meski pun sudah turun SK PAW itu, hak-hak anggota dewan tetap diberikan seperti biasanya hingga sengketa selesai,” pungkasnya. (gho)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *